Kamis, 23 Juli 2009

MUKJIZAT TERUS MUKJIZAT

"Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mukjizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya" (Kisah 4:16)

Para sahabat seiman, apa yang ada di benak Anda saat mendengar kata mukjizat? Seorang kawan yang suka berfilsafat mengatakan bahwa "Mukjizat adalah sesuatu yang terlalu besar untuk dipikirkan oleh nalar". "Bagiku, mukjizat adalah perkara yang hanya bisa dilakukan oleh Allah," ujar rekan lainnya. "Menurutku sih, mukjizat adalah kejadian nyata yang menurut Manusia mustahil, tetapi menurut Allah mudah," ujar seorang pakar antrobiologi.

Seorang kontraktor menceritakan bagaimana mukjizat terjadi di dalam hidupnya. Dia bergereja di sebuah jemaat yang sedang membangun gedung gereja. Dialah yang bertanggung jawab membangun gedung Gereja itu. Karena terletak di sebuah pusat keramaian, tentu saja harga tanahnya tinggi. Di samping itu, supaya bisa menampung jemaat dalam jumlah besar, maka bangunannya pun bertingkat dan luas. "Padahal, keuangan jemaat jauh dari kata "cukup", ujarnya. "Namun, mukjizat terjadi. Saat kami mulai membangun, uang Terus mengalir dan kami tidak pernah kekurangan dana. Saat harus membayar tagihan, dana selalu tersedia tepat waktu. Itulah mukjizat!".

Para sahabat seiman, perkara yang dialami sang kontraktor tampak akrab di telinga bukan? Apakah Anda pernah mengalami hal-hal yang sulit atau hampir mustahil Anda kerjakan, tetapi toh berhasil juga Anda lakukan? Pada saat seperti itu, apakah Anda merasa bahwa Anda memang orang Hebat atau Anda berhenti sejenak untuk mendongak dan mengucapkan syukur atas mukjizat-Nya? Alami satu per satu mukjizat, dan biarlah orang lain memuji Tuhan karena mukjizat itu.

Tidak ada komentar:

Arsip Renungan

Artikel Renungan favorit pembaca